Jurnal “Testing Market Efficiency for Different Market Capitalization Funds” Hossein Varamini & Svetlana Kalash

30 05 2009

Review

Studi ini bertujuan melakukan test penggunaan sharpe rasio untuk menjelaskan efficient market hypothesis untuk tiap kapitalisasi pasar dan gaya investasi pada reksadana. Hasil dari studi dari periode 1994-1997 dengan menjadi 2 periode 1994-1999 dan 2000-2007 mengindikasikan bahwa small cap funds memberikan highest risk adjusted return untuk masing-masing periode mengingat pertumbuhan funds mengalami penurunan return. Selain itu studi ini juga akhirnya memaparkan bahwa pasar reksadana tidak selalu efisien, dimana ada kemungkinan para investor atau manajer investasi dapat memperoleh excess return pada risk adjusted basis (return supernormal).

Paper ini primarily concerned dengan memilih reksadana berbasis market cap atau tujuan investasi yang akan dicapai.

Data yang digunakan:

  • Reksadana dibagi menjadi tiga kategori yakni market cap (Large, medium, dan small), dengan market cap ditentukan dengan market value saham beredar dan dihitung dengan mengalikan haga per lembarnya dengan jumlah saham beredar.
  • Morningstar membedakan lebih dari aggressive growth funds atau blend keduanya (kombinasi growth dan income investing style).

Secara historis, small cap funds cenderung untuk menghasilkan annual return daripada large cap funds ketika return dari mid cap jatuh pada suatu periode. Namun secara realitas, hal ini tidak selalu sesuai kasus diatas karena high risk diasosiasikan dengan small cap stock. Selama pasar bullish, small cap secara normal akan menjadi “pemenang”. Masih, hal ini lebih sulit untuk small companies untuk membiayai proyyek dan hal ini lebih mudah menyebabkan bangkrut. Sebagai hasilnya stock mereka akan lebih volatile, ketika pasar menjadi bearish maka small cap adalah “losser”

Metodologi dan Data

  • Sharpe ratio

Kritik terbesar dari rasio ini adalah bahwa rasio ini hanya mengukur berdasarkan historical returns ketika hal ini secara jelas menunjukkan bahwa past performance tidak meng-garansi future results.

  • M & M

Perbedaan utama rasio ini dengan sharpe ratio adalah bahwa M&M mengukur kalkulasi performance of porfolio dalam traditional unit pada pengukuran porfolio, memudahkan dalam perbandingan return of portfolio dengan overall market index.

  • Data yang digunakan berasal dari database morningstar dengan secara random diklasifikasikan Large, Medium, small berdasarkan market cap serta dibedakan berdasarkan growth, blend and value. Serta data yang diperoleh dari S&P 500.

Dengan menggunakan model ANOVA mengasumsikan bahwa standar deviasi populasi adalah sama.

Kesimpulan:

Bahwa pasar tidak selalu efisien sehingga ada kemungkinan investor atau manajer investasi memperoleh return yang lebih besar dari expected return. Small caps value funds memberikan highest risk-adjusted return untuk seluruh periode, dimana growth funds memberikan lower return. Oleh karena itu, memilih funds dari kategori yang memiliki sharpe ratio dan M square measure yang paling tinggi, yakni small dan medium value dan blend reksadana, seharusynya memperoleh earning higher return lebih tinggi dibandingkan rata-rata market.

Advertisements

Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: