Saatnya Berinvestasi di Kala Bearish

9 10 2008

Bulan ini IHSG kita begitu redup bahkan sempat mencapai titik terendah dalam 5 tahun terakhir, begitu pula dengan pasar financial baik regional maupun global yang sampai saat ini masih terus menunjukkan trend bearish karena setiap harinya sentimen negatif global yang terus mendera dan diperparah dengan angka-angka indicator ekonomi makro dalam negeri yang tidak memihak membuat pasar saham bak “neraka” bagi investor kecil dan berperilaku trader. Setiap harinya mereka harus selalu focus pada monitor running trade yang seolah tak pernah lepas dari angka merahnya. Namun di tengah situasi pasar yang bergejolak, apabila kita mencermati lebih teliti mengenai situasi saat ini sebenarnya merupakan sebuah kesempatan besar bagi anda yang ingin mencoba “nikmatnya berinvestasi” tentu saja dengan time horizon yang panjang. Bagi yang berminat untuk memulainya di saham, momen seperti ini yang tepat bagi investor untuk mengkoleksi saham emiten-emiten yang secara fundamental baik sesuai dengan paparan financial statement caturwulan II. Berdasarkan data historical selama 10 tahun terakhir, saham-saham (IHSG) mencapai titik terendahnya sampai pada akhir agustus dan kemudian akan mengalami rebound pada awal September. Bearish yang berkepanjangan di bursa saham diperkirakan telah mencapai titik klimaks. Titik balik penguatan pun berpeluang terjadi paling lambat bulan agustus, sampai pada tulisan ini dibuat saham sudah mulai menunjukkan titik reboundnya walaupun masih terkesan tipis. Pasar sudah mulai bosan dengan sentimen-sentimen negatif yang terus berputar di permasalahan kenaikan harga minyak dunia dan inflasi global sebagai secondary effectnya. Sehingga makin lama pasar kita menjadi resisten dan biasanya ditunjukkan dengan anomali moving index dibandingkan pasar regional maupun global. Selain factor diatas, pada bulan-bulan menjelang akhir tahun pemerintah mulai mengintensifkan belanja negaranya untuk pembangunan infrastruktur yang diharapkan dalam menstimulus perekonomian demi mengejar target pertumbuhan ekonomi tahun 2008 pada level 6,3% dapat mendongkrak pasar untuk bergerak positif dan menciptakan peningkatan volume transaksi. Mulai memanasnya ranah politik namun masih dalam taraf yang kondusif yang ditunjukkan dengan dimulainya masa kampanye partai-partai dan bakal calon RI-1, bagi pasar biasanya membawa harapan dan semangat baru untuk kondisi yang lebih baik yang setidaknya sampai akhir bulan mayoritas emiten akan berada dalam posisi beli. Akumulasilah saham-saham energi alternatif, minning, infrastruktur (telekomunikasi dan semen), Perbankan (wait & see) serta pertanian masih sangat menguntungkan bagi investor dengan horizon jangka panjang. Pilihlah emiten kita yang pada umumnya berkinerja sangat baik untuk masing-masing industri tersebut karena membeli saham itu berdasarkan prospek perusahaan dikaitkan dengan prospek industri dan makroekonomi, sehingga disaat ada potensi rugi disitulah nantinya prospek menguntungkan muncul.

Investor juga sebaiknya memperhatikan factor risiko, jangan hanya terus mengejar return yang tinggi, karena berinvestasi pada dasarnya disesuaikan dengan kebutuhan dan tujuan dari investor itu sendiri. Apabila investor hanya ingin bermain safe dalam jangka pendek, maka reksadana pasar uang dan obligasi ritel bias menjadi pilihan terlebih lagi muncul produk baru dari pemerintah yakni sukuk. Selain itu deposito yang ditawarkan dari bank-bank umum masih cukup menjanjikan untuk dijadikan alternatif bermain safe dalam jangka pendek karena biasanya beberapa bank sudah mulai menyesuaikan kenaikan inflasi dengan menaikkan tingkat bunga simpanannya. So keep investing

Tips berinvestasi pada pasar bearish :

1. Perhatikan tujuan dan kebutuhan berinvestasi anda pada mulanya.

2. Tetapkan Time horizon

3. Investigasi produk-produk investasi yang ingin anda koleksi sebelum berinvestasi (pelajari & pahami baik dari sisi fundamental perusahaan beserta industrinya).

4. Diversifikasi portfolio anda agar dapat saling mengkompensasi risiko kerugian pada masing-masing instrument investasi.

5. Cermati tren pasar global dengan data-data historical yang memadai.

6. Sisakan waktu lebih banyak dalam berinvestasi bagi anda yang berniat short-term investment.

7. Perhatikan rekomendasi dari berbagai analis di berbagai perusahaan sekuritas.

8. Berinvestasilah dengan rasionalitas dan bukan pada kata hati.

Advertisements

Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: