Dampak Kenaikan Harga Minyak terhadap RAPBN 2008

16 04 2008

Perekonomian Indonesia 2008 akan tetap menghadapi risiko eksternal yang kurang lebih sama dengan 2007. Risiko-risiko tersebut adalah (i) masih tingginya harga minyak mentah, (ii) pengaruh lanjutan krisis subprime mortgage di AS, dan (iii) melemahnya ekonomi AS. Ketiganya mengakibatkan pertumbuhan ekonomi dunia melambat. Dalam hal ini kami akan sedikit menganalisis mengenai dampak kenaikan harga minyak dunia tidak selamanya berdampak baik bagi negara. Setiap kenaikan harga minyak mentah dunia selalu menimbulkan dua sisi, yaitu penerimaan negara dan kenaikan subsidi serta harga yang terlalu tinggi akan menyebabkan inflasi yang tidak dapat dibendung. Akibat lonjakan harga minyak yang sempat menembus level $111 per barel, total subsidi dalam APBN-P 2008 bisa membengkak menjadi Rp300 trilliun, lebih tinggi dari perkiraan awal Rp 208,6 trilliun. Saat ini pemerintah sedang menyiapkan tiga opsi asumsi harga minyak mentah dalam RAPBN-P 2008 yang tengah dibahas panitia anggaran DPR. Tiga opsi itu meliputi harga minyak US$ 85 per barel, US$90 per barel, US$ 105 per barel. Serta opsi lain yakni dengan menaikkan harga minyak dalam negeri. Namun opsi dianggap terasa berat dan membuat masyarakat dan kalangan usaha menjadi semakin terbebani, untuk pemerintah sepertinya tidak mengambil opsi terakhir melainkan dengan pilihan yang lebih rasional yakni dengan mengurangi konsumsi minyak dalam negeri. Konsumsi minyak khususnya premium yang dapat dikurangi diperkirakan mencapai 5 juta kiloliter per bulan. Kebijakan ini juga berlaku terhadap BBM jenis lainnya, seperti solar dan minyak tanah. Pemerintah juga tidak akan mengambil opsi penambahan utang luar negeri. Langkah-langkah penyelamatan yang disiapkan pemerintah adalah melaksanakan berbagai penghematan anggaran dan menambah penerbitan surat utang negar (SUN). Pemerintah juga berencana menerbitkan PP tentang pinjaman dalam negeri yang memungkinkan APBN bisa dibiayai pemda dan perbankan di dalam negeri, Disisi lain pemerintah mengusulkan pemotongan anggaran dana penyesuaian pemda sebesar 4,6 trilliun. Sebelumnya pemerintah dalam hal ini menteri keuangan telah memotong belanja kementerian dan lembaga (K/L) dipotong 15% dari total pagu anggaran.

(Data yang saya gunakan menggunakan asumsi tertanggal 2 April 2008 dari investordaily)

Advertisements

Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: